Hal-hal yang perlu diperbaiki terhadap Perekonomian Indonesia

14 April 2009 at 14:48 (Finance & Management)

Hal-hal yang perlu diperbaiki terhadap perekonomian Indonesia saat ini adalah:

1. Memperkuat sektor keuangan untuk memperkecil terjadinya kembali krisis, melakukan diversifikasi sektor keuangan sehingga tidak lagi rentan terhadap gejolak di dalam perekonomian dan menjadi sumber domestik dana jangka panjang dan memperbaiki akses penduduk miskin akan jasa-jasa sektor keuangan untuk mendukung langkah-langkah pengentasan kemiskinan, sehingga menciptakan sektor keuangan yang lebih kuat dan beragam yang akan memberikan sinyal yang jelas ke para pelaku didalam sektor keuangan Indonesia, termasuk masyarakat internasional, bahwa pemerintah serius dalam menangani berbagai masalah sektor keuangan. Strategi ini akan menciptakan sistem keuangan yang stabil dan kuat, serta mampu mendorong perekonomian Indonesia dengan menggerakkan dan mengalokasikan sumber-sumber dana domestik untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

2. Keseriusan pemerintah untuk menstabilkan perekonomian negeri dengan mencari solusi yang tepat, realistis dan berjangka panjang, guna menumbuhkan kepercayaan masyarakat. Dibutuhkan analisis lingkungan yang tepat, akurat dan menyeluruh, baik secara eksternal maupun internal, yang memperkuat atau memperlemah struktur perekonomian negeri ditinjau dari berbagai sektor. Jangan mengeluarkan kebijakan yang sifatnya hanya sementara, dengan memberikan insentif-insentif untuk meredam gejolak. Dapat digunakan kelompok-kelompok pakar independen dari berbagai keahlian, yang dapat membantu pemerintah.

3. Kesamaan pandang antar pejabat di tingkat pusat dan daerah dalam memecahkan persoalan, disertai ketegasan dalam menjalankan aturan, agar tidak terkesan berjalan sendiri-sendiri, tidak berjalannya koordinasi dan menciptakan biaya ekonomi tinggi, akibat tidak jelasnya hubungan hierarkis antara pusat dan daerah dalam pelaksanaan otonomi daerah.

4. Para pejabat hendaknya lebih memikirkan kepentingan negeri bukan hanya perseorangan, kelompok ataupun asing, agar seluruh permasalahan dapat diselesaikan secara fokus. Langsung ke akar permasalahannya dan komprehensif, tidak parsial karena adanya kepentingan-kepentingan tertentu.

5. Fokus pada kekuatan resources-based. Prioritas pengembangan harus diberikan kepada sektor-sektor industri yang terkait erat dengan sumberdaya, apakah sumberdaya alam (pertambangan, kehutanan, pertanian, perikanan, dsb.), maupun sumber daya manusia. Kelemahan kita, seringkali tidak tahu bagaimana mengelola kekayaan negara, menjadikan sesuatu yang menghasilkan agar negara lain tidak menikmati kekayaan alam Indonesia, sedangkan bangsa Indonesia tetap hidup dibawah garis kemiskinan seperti yang terjadi saat ini.

Misal, pendekatan pembangunan pertanian selama ini hanya berorientasi produksi, belum berorientasi peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani dalam arti kata luas, kurangnya proteksi harga dasar terhadap produk-produk pertanian, belum terdapatnya pola tanam pertanian dan pangan serta perkebunan, belum berhasilnya swasembada pangan (beras, gula, dan palawija) serta rendahnya produktivitas dan kualitas pertanian.

6. Jangan melakukan impor barang dan jasa yang bisa diproduksi sendiri, guna mendorong kompetisi lokal. Menitikberatkan pada penguatan ekonomi lokal guna menghasilkan barang dan jasa yang bermutu tinggi, untuk mengantisipasi masuknya komoditas sejenis dan substitusi dengan kualitas baik dan harga lebih murah, yang masuk secara ilegal maupun legal. Selain itu pemerintah harus melihat mana industri-industri yang strategis yang tidak boleh dikuasai oleh investor asing.

7. Menjamin stabilitas politik , keamanan dan memotong panjangnya rantai birokrasi untuk meningkatkan minat investor melakukan investasi di Indonesia.

8. Tiba saatnya untuk memfokuskan diri pada pembangunan sektor keuangan yang dapat berkontribusi pada kebutuhan pembangunan jangka panjang. Sektor keuangan yang diregulasi dengan baik, yang terdiri dari bank-bank yang kuat, pasar modal, lembaga keuangan non-bank, dan lembaga-lembaga investor seperti dana pensiun, adalah kunci dalam membuka berbagai potensi perekonomian Indonesia. Indonesia perlu menerapkan pendekatan stategis tiga cabang untuk memajukan sektor keuangannya.

9. Pemerintah harus memiliki strategi dan sistem yang jelas dalam pengembangan ekonomi dan industri.

10. Pemerintah bersama dengan DPR dan rakyat harus menyatukan pemikiran dan pendapat untuk memajukan ekonomi Indonesia.

11. Untuk mendorong produksi dalam negeri, pemberantasan penyelundupan akan ditingkatkan, termasuk upaya untuk meningkatkan efektivitas pemeriksaan oleh pabean dan upaya untuk mengurangi insentif bagi penyelundupan sebagai akibat dari bea masuk dan pajak terkait yang terlalu tinggi, seperti yang terjadi pada sejumlah produk listrik dan elektronika.

12. Beberapa prosedur kepabeanan untuk kawasan berikat akan dikaji ulang untuk memperlancar arus barang dan untuk lebih memberikan kemudahan kepada industri dalam negeri dalam rangka meningkatkan efisiensi dan mengembangkan produksi.

13. Mempercepat dan mengarahkan pelaksanaan bantuan dan pinjaman luar negeri yang ada agar dapat dimanfaatkan lebih efektif untuk mendukung kegiatan-kegiatan yang menciptakan lapangan kerja di daerah-daerah.

14. Forum-forum dialog dan para investor dan pelaku dunia usaha makin diaktifkan untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi mereka. Pemerintah agar berusaha menarik kembali modal domestik yang masih berada di luar negeri untuk mendukung perekonomian nasional.

15. Pemerintah berketetapan untuk menjalankan program divestasi dan privatisasi sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan. Pelaksanaan program ini justru menjadi semakin penting dalam memulihkan kepercayaan investor.

Apabila upaya-upaya perbaikan tersebut dapat dilakukan oleh pemerintah secara benar, serius dan konsisten serta kontinyu, dapat dipastikan suatu saat Perekonomian Indonesia akan sama dengan negara tetangga seperti Tahiland dan Malaysia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: